Tampilkan postingan dengan label Cupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cupang. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 November 2013
MEMELIHARA CUPANG, MUDAH DAN MENYENANGKAN
Berbagai Species Cupang
Selasa, 22 Oktober 2013
TIPS-TIPS AGAR CUPANG TERHINDAR DARI PENYAKIT
PENYAKIT CUPANG DAN CARA PENYEMBUHANNYA Bagian 2: Dropsy, Inflamed Gills, Berak Putih, dan Velvet
Hello! Ketemu lagi nih sama admin. Admin bakal ngelanjutin postingan mengenai penyakit cupang yang kemarin. Masih pada inget kan? Oke, biar ga lama-lama, langsung aja deh disimak.
Dropsy (Sisik Nanas)
Sobat blogger, meneurut admin penyakit ini nih yang paling nyeremin buat cupang. “Kenapa eamangnya, Min?” Soalnya penyakit ini bisa bikin sisik si cupang terangkat, jadi ikannya kaya nanas, dan penyakit ini SANGAT-SANGAT MENULAR! Jadi sobat blogger harus baca bener-bener. Gejalanya yaitu perut ikan mulai membengkak, tidak bisa membuang kotoran. Tahap awal dari gejalanya adalah mirip seperti sembelit, ikan jadi tidak aktif, nafsu makan berkurang, bahkan terkadang tidak mau makan. Siripnya akan menguncup dan warnanya akan memucat. Bila sudah parah, maka perut si cupang akan semakin membengkak dan berwarna kemerahan. Sisik ikan akan mulai terangkat mulai dari daerah perut hingga seluruh badan, sehingga si cupang akan terlihat menyerupai buah nanas. Hiii!!! Serem ya?
Penyebabnya adalah bakteri yang menyerang ginjal si ikan yang berasal dari air yang kotor maupun makanan ikan yang kotor. Bakteri ini akan membuat ginjal si cupang tidak mampu berekskresi alias tidak mampu membuang zat-zat sisa metabolisme tubuh. Akibatnya tubuh si ikan akan membuka atau memberdirikan sisiknya. Jika ikan sudah sampai pada tahap sisik yang berdiri, maka kemungkinan sembuhnya sangat sangat kecil. Sebetulnya jika penyakit ini bisa terdeteksi sejak awal, maka kemungkinan untuk sembuh besar. Namun karena gejalanya sangat sulit untuk dilihat, maka kebanyakan ketika kondisi ikan sudah kritis baru ketahuan. Ikan harus dikarantina agar tidak menular, kemudi air harus diganti semuanya dan wadah dicuci bersih. Kemudian berikan antibiotik seperti Metrodinazole dengan dosis cukup 1 tetes per akuarium. Gunakan pula garam akuarium. Ganti air full setelah 3 hari.
Inflamed gills (Insang memerah)
Penyebabnya adalah kondisi air yang kotor, sehingga cupang keracunan nitrat. Ciri-cirinya ialah insang menjadi memerah, sulit bernapas, ikan sering di permukaan air buntu bernapas dan terengah-engah. Tutup insang (operkulum) tidak mau tertutup rapat. Pengobatannya ialah sobat blogger harus rajin ganti air, gunakan metilen kue dan garam akuarium. Penyakit ini tidak bersifat menular kok.
Berak Putih
Gejala penyakit ini adalah kotoran ikan memanjang, terkadang seperti mennggumpal dan berwarna putih. Nafsu makan ikan menjadi turun, bahkan terkadang tidak mau makan. Siripnya menguncup dan berwaran pucat. Oh iya, sobat blogger harus hati-hati karena penyakitnya bisa menular ke ikan lainnya. So, langsung dikarantina ya ikannya. Pengobatannya ialah dengan mengganti air Buol dan mencuci wadahnya, berikan antibiotik atau acryflavine. Berikan pula garam akuarium. Bila belum sembuh, ulangi teknik pengobatan tersebut.
Velvet (bintik emas/karatan)
Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang berasal dari air yang kotor maupun pakan alami yang kurang bersih. Gejala yang timbul nih sobat blogger, yaitu munculnya bintik-bintik berwarna emas atau kadang seperti warna besi berkarat. Buat meyakinkannya, coba dilihat dengan bantuan senter, karena bintik velvet akan berkilau dan memantulkan cahaya jika terkena cahaya senter. Ikan menjadi kurang nafsu makan, tidak aktif bergerak, warna memucat, dan sirip menguncup. Ikan juga jadi sering menabrakkan diri untuk menggaruk badannya. Jika terkena penyakit ini, maka yang harus sobat blogger lakukan yaitu mengarantinanya. Ganti air full dan cuci bersi akuariumnya. Berikan metilen blue dan garam akuarium untuk pengobatannya. Setelah 3 hari, ganti air full. Jika belom sehat, ulangi pengobatan tersebut.
Gimana nih sobat blogger? Udah pada tau kan penyakit yang umumnya dapat menyerang si cupang? Makanya, jaga dan rawat baikbaik cupangnya biar sehat selalu. Rajin-rajin buat ganti air dan menjaga kebersihan wadah si cupang. Inget juga, makanan yang diberikan harus bersih, terutama makanan alami, karena sering banyak mengandung parasit. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Betul? (IYP)
Sumber:
http://cirebontopbisnis.wordpress.com/2012/08/23/penyakit-yang-biasa-menyerang-ikan-cupang/PENYAKIT CUPANG DAN CARA PENYEMBUHANNYA Bagian 1: Jamur Kulit, Fin Rot, White Spot, dan Pop Eyes
CARA IKAN CUPANG BERKEMBANG BIAK Bagian 4: Pembesaran Ikan Cupang
Hai! Hai! Sobat blogger! Ketemu lagi nih bareng admin. Sekarang admin bakal ngebahas tentang cara pembesaran ikan cupang. Topik ini merupkan lanjutan dari obrolan yang kemarin. Hayoo... Masih inget postingan admin yang judulnya beternak ikan cupang kan? Kalo udah lupa, baca lagi deh, soalnya bahasan ini nyambung banget sama bahasan sebelumnya. Oke!?
Sobat blogger, bayi-bayi cupang yang berumur tiga hari pada udah bisa nyaris makan sendiri tuh. Nah, pada saat itu pula naluri mereka untuk berburu juga muncul. Anak-anak cupang dapat diberi makan kutu air ataupun microworm. Setelah satu minggu, anak-anak cupang dapat diberi makan artemia Pemberian makanan kutu air dan artemia dapat diberikan pada anak cupang hingga umurnya kurang lebih tiga minggu. Sobat blogger, biar si anak-anak cupang ga bosen makan kutu air dan artemia melulu, bisa juga dikasih makanan cacing darah, cacing Tubifexsp., ataupun vinegar eels.
Nah, setelah berumur 5 minggu, si anak ikan ini udah bisa dipindahkan ke tempat yang lebih besar ataupun kolam. Karena anak-anak cupangnya udah gede-gede, maka makanan yang diberikan ke cupang harus semaki banyak. Selain itu penggantian air harus dilakukan secara kontinu agar anak-anak cupang tersebut tetap sehat.
Sobat blogger tau ga? Ternyata organ labirin pada anak-anak cupang akan terbentuk pada usia 4 – 6 minggu. Hal ini terlihat ketika anak-anak cupang mulai sering bergerak ke permukaan untuk bernapas. Pada usia 4 minggu juga, naluri bertarung dari si anak-anak cupang ini mulai muncul. Supaya tidak terjadi gontok-gontokan alias perkelahian diantar anak cupang, maka sebaiknya media atau wadah pembesaran memiliki luas yang cukup alias ga kesempitan. Selain itu tambahkan pula tanaman air seperti hidrilla ataupun serabut tali rafia pada tempat pembesaran. Tujuannya untuk menghindari pertemuan langsung antara anak cupang sehingga mengurangi terjadinya perkelahian.
Jangan lupa nih sobat blogger yang sedang membesarkan ikan cupang agar sering-sering melakukan siphon (menyedot kotoran ikan dengan selang) dan mengganti air sebanyak 30 % setiap kali melakukan pergantian air. Oh iya, sobat blogger, makanan ikan cupang jangan lupa untuk divariasikan juga ya. Setelah lewat dari umur 6 minggu, anak cupang dapat diberi makanan berupa jentik nyamuk, kutu air, ataupun cacing darah.
Nah, sobat blogger, gimana nih? Udah siap buat membesarkan anak cupang dan memulai usaha ikan cupang? Hehehe... Oh iya, kunci utama dari perawatan ikan cupang adalah kualitas air yang baik yang sesuai untuk hidup si cupang serta makanan yang diberikan kepada si cupang. Karena dari dua hal tersebutlah yang akan berdampak langsung pada kesehatan dan pertumbuhan dari ikan cupang kesayangan kita. (IYP)
Sumber:
Minggu, 20 Oktober 2013
CARA IKAN CUPANG BERKEMBANG BIAK Bagian 3: Beternak Ikan Cupang
Hello! Balik lagi bareng admin disini!!!n Hehehe... Masih inget kan obrolan kita yang kemarin tentang mouth brooder dan bubble nestbrooder? Sekarang admin bakal masuk ke sesi yang terakhir, yaitu cara berternak ikan cupang. Buat yang hobi miara cupang, semoga obrolan ini bisa diaplikasikan dan jadi peternak cupang. Lumayan kan kalo berhasil jadi punya usaha ternak cupang dan nambah penghasilan. Ayo kita mulai!
Sebelum kita mulai untuk mengawinkan atau bahasa ilmiahnya adalah memijahkan ikan, ada beberapa kriteria induk jantan dan betina yang perlu diketahui sobat blogger! Ukuran tubuh ikan jantan yang digunakan harus lebih besar daripada si betina dan si jantan harus lebih galak dari betina. Selain itu jika ingin mengawinkan, kawinkanlah cupang yang berjenis sama, misalnya cupang halfmoon jantan dikawinkan dengan cupang halfmoonbetina. Minimal umur induk yang akan dikawinkan berumur 5 bulan. Induk betina yang akan dikawinkan memiliki ciri-ciri perut yang membuncit (bukan karena habis makan) dan yang jantan sudah membuat busa yang cukup banyak.
Setelah wadah dan induk siap, masukkan jantan ke dalam wadah tempat mereka kawin, dan masukkan induk betina ke dalam wadah lain, tetapi kondisikan agar si jantan dan betina masih bisa saling melihat dan bisa berkenalan. Tujuannya ialah agar si jantan mempersiapkan dulu sarang busanya sebelum si betina di campur dengan jantan. Oh iya, berikan tutup pada wadah tempat si jantan membuat sarang. Tujuannya agar busa yang dibuat si jantan tidak terkena getaran akibat angin.
Nah sobat blogger, biasanya nih telur akan menetas dalam waktu kurang lebih 36 – 48 jam. Bayi-bayi cupang ini masih sangat lemah dan belum dapat berenang secara bebas. Terkadang malah ada bayi cupang yang terjatuh ke dasar. Pada saat seperti itulah sang ayah akan dengan sigap melindungi bayinya. Sang ayah akan membantu si bayi untuk naik lagi ke permukaan ke sarang busanya. Bayi-bayi cupang hanya akan terlihat seperti titik-titik hitam kecil yang berenangnya hanya naik dan turun. Pada usia tiga hari, bayi cupang ini akan mulai belajar mencari makan sendiri. Makanan yang paling baik untuk bayi-bayi cupang pada umur seperti itu adalah kutu air, artemia, atau microworm.
So, gimana nih sobat blogger? Tertarik ga nih buat belajar ternakin ikan cupang? Susah-susah gampang sih, tapi yang penting adalah ketelatenan dan keuletan dari sobat blogger sendiri. Oh iya, buat yang ludah nyoba ternakin ikan cupang terus bingung gimana cara mebesarkannya, jangan khawatir. Admin bakal ngasih tau cara membesarkan ikan cupang di postingan selanjutnya. Don’t Miss it! (IYP)
Sumber:
CARA IKAN CUPANG BERKEMBANG BIAK Bagian 2: Bubble Nest Brooder
Hoy sobat boggers! Admin mau ngelanjutin obrolan kita sebelumnya tentang cara ikan cupang berkembang biak nih. Masuk sesi kedua ya, topiknya adalah cara ikan cupang berkembang biak dengan cara bubble nest brooder. “Apaan tuh bubble nest brooder?” Itu adalah salah satu cara cupang berkembang biak. Bedanya sama mouth brooderialah si cupang jantan ga jerami telurnya di mulut, melainkan ditempelkan pada busa-busa yang sudah dibuat olehnya.
Sobat blogger, cupang yang berkembang biak dengan cara ini akan membuat sarang busa sebelum melakukan ritual perkawinan. Busa-busa ini berbentuk gelembung-gelembung udara berukuran kecil yang diletakkan di permukaan air atau ditempelkan pada daun-daun tanaman air yang letaknya masih di dekat permukaan air. Cupang-cupang yang berkembang biak dengan cara ini adalah Betta akarensis, Betta coccina, Betta bellica, Betta tasyaee, Betta smaragdina, Betta imbellis, dan Betta splendens.
Setelah si jantan selesai membuat sarang busa, maka dia akan mulai mengajak si betina untuk melakukan ritual perkawinan. Tempat resepsinya ga jauh-jauh dari sarang busanya kok, sobat blogger! Hehehe.... Setelah ritual perkawinan selesai, si jantan akan menangkap dengan mulutnya telur-telur yang dikeluarkan oleh si betina. Kemudian telur-telur tersebut akan disemburkan ke sarang busa hingga menempel. Jika ada telur yang terjatuh, maka sang jantan akan mengambilnya dan menyemburkannya ke sarang busa hingga benar-benar menempel. Keren ya!
Sobat blogger, si cupang jantan ini benar-benar ayah yang baik lho!. Sang ayah akan mengipas-ngipasi sarang busa dengan siripnya agar banyak oksigen di sekitar sarang tersebut. Sang ayahpun tidak akan pergi dari sarangnya untuk melindungi telur-telurnya dari pemangsa. Oh iya, kalo sarangnya ada yang rusak, maka sang ayah akan segera memperbaikinya dan membuat sarang baru. Wah! Hebat!
Setelah menetas, anak cupang tidak akan langsung meninggalkan sarangnya. Anak-anak tersebut masih akan tinggal di sarang hingga mereka cukup kuat untuk menembus sarang. Jika mereka sudah bisa lepas dari sarang tersebut, itu artinya mereka sudah bisa menghirup udara langsung dari udara. Anak-anak cupang yang sudah bisa lepas dari sarangnya umumnya berumur kurang lebih satu minggu.
Wah... Wah... Ternyata, setelah kita telaah sejauh ini, cupang adalah salah satu contoh ayah yang baik, karena dialah yang menjaga dan merawat anaknya seorang diri. Kaya Single parent ya? Hehehe...
Oke deh sobat blogger, sesi ketiga tentang cara mengembang-biakan ikan cupang bakal kita obrolin pada postingan selanjutnya ya! (IYP).
Sumber:
http://myorange-byond.blogspot.com/p/wirausaha.html


























.jpg)














