Tampilkan postingan dengan label ular. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ular. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Mei 2014
Sabtu, 09 November 2013
Makanan untuk ular
- Forum Jual dan Beli HAMSTER-INDOnesia
- Jual Tikus Putih Untuk Penelitian, Pakan Reptil , DLL
- Jual Tikus Putih / Mencit Jambi - Padang - Pekan Baru
- Jual Tikus Putih Pakan Reptil Murah
Layaknya makhluk hidup lain,ular juga membutuhkan makanan untuk menunjang kehidupannya,di alam liar ular banyak memakan hewan hewan yang ada di sekitarnya,Ular menelan seluruh seluruh makanan mereka dan menghabiskan beberapa hari mencerna apa pun jenis binatang yang mereka makan, sehingga kebiasaan makan mereka jauh berbeda dari jenis lainnya hewan peliharaan. Hampir semua jenis ular makan hanya satu kali seminggu tapi beberapa mungkin makan bahkan kurang sering, seperti hanya satu kali sebulan, terutama jika mereka mengkonsumsi hewan yang lebih besar yang memakan waktu lebih lama untuk dicerna.
Sesuaikan makanan dengan jenis ular
Pada umumnya, ular berukuran kecil/sedang makan tikus. Jenis ini bisa makan tikus putih yang kecil (sesuai ukuran), cicak, kadal, bahkan ular(khusus untuk ular yang kanibal). Sementara untuk python yang baru menetas, sudah bisa makan mencit dewasa sebagai makanan pertama mereka.
Sementara ular dengan ukuran dewasa memerlukan kelinci, marmot, atau ayam sebagai makanannya. Sangat tidak dianjurkan memberikan ular anda makanan dari binatang luar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.
Sesuaikan frekuensi pakan dengan umur ular
Frekuensi pemberian pakan harus dikurangi seiring dengan pertumbuhan ular. Untuk neonate, berikan pakan 1-2 kali/minggu, juvenile setiap 7 – 9 hari, dan adult (dewasa) tergantung pada sistem metabolisme pada spesies tersebut. Contohnya, Phyton albertisi (Liasis albertisi) harus lebih sering diberi makan dibandingkan Ballphyton karena lebih aktif sehingga metabolismenya lebih cepat. Kadang-kadang, beberapa jenis ular tidak makan selama berbulan-bulan dan tidak sakit. Namun, makanan harus tetap ditawarkan karena nanti ular tersebut juga akan lapar dan memakan pakan yang diberikan.
Hindari penyebab ular malas makan
Ada banyak sebab kenapa ular malas makan. Sebisa mungkin, hal itu dihindari. Berikut ini penyebab ular Anda malas makan.
Masih menyesuaikan dengan lingkungan barunya.
Temperatur udara dan air terlalu panas atau terlalu dingin.
Ukuran kandang tidak sesuai, terlalu besar atau terlalu kecil.
Sistem penghangat /penjemuran yang tidak sesuai.
Pencahayaan pada siang hari terlalu rendah.
Tidak ada atau kurang tempat bersembunyi (hiding-box).
Waktu makan yang salah (beberapa jenis ular lebih suka makan di siang/malam hari).
Ular sedang sakit, misalnya terlalu banyak parasit atau sariawan.
Ular sedang tidak lapar.
Masih terlalu kecil atau baru menetas. Biasanya ular baru diberi makan setelah shedding I, kira-kira 2 minggu, tergantung spesies.
Sedang hamil atau sedang akan ganti kulit.
Sembelit atau dehidrasi akut.
Agar ular mau makan lagi, atasi penyebabnya terlebih dahulu. Sebagai contoh, bila suhu kandang terlalu dingin, bisa dinaikkan dengan memasang pemanas. Namun demikian, setiap jenis ular membutuhkan temperatur optimal (POTZ) yang berbeda-beda.
terakhir berikan lah ular peliharaan kita makanan yang dibeli dari pejual khusus pakan ular (contoh peternak tikus putih) karena makanan yg kita beli dari breeder/peternak terjamin kebersihannya dibandingkan makanan yang kita dapatkan dari alam liar
Mari mengenal Jenis jenis Ular yang cocok dipelihara
- Forum Jual dan Beli HAMSTER-INDOnesia
- Jual Tikus Putih Untuk Penelitian, Pakan Reptil , DLL
- Jual Tikus Putih / Mencit Jambi - Padang - Pekan Baru
- Jual Tikus Putih Pakan Reptil Murah
jika berbicara jenis ular,ada ribuan spesies ular di bumi ini,baik di luar negeri maupun di indonesia mulai dari yang paling umum yakni ular phyton/sanca,ball snake,ular pohon,kobra,boa,dll yang tentunya sangat banyak untuk dijelaskan disini :)
Walaupun jenis ular sangat banyak namun jenis ular dapat dikerucutkan menjadi 2 besar, yaitu yang berbahaya (Berbisa) dan yang tidak berbahaya (tidak berbisa). walaupun sangat melekat dengan imej berbahaya, namun hal tersebut adalah tantangan dan menjadi relatif ketika kita melihat pada kenyataannya banyak ular yang luar biasa berbahaya justru dijadikan hewan peliharaan oleh mereka yang tentunya profesional. Tapi jangan khawatir, karena pada kesempatan ini kita akan lebih membahas hal-hal yang "tidak berbahaya" tentang ular.
Ada sensasi unik yang dirasakan ketika memelihara ular, mulai dari mempersiapkan terrarium sesuai habitatnya sampai kebutuhan akan pakannya yang tidak biasa. salah satu hal unik yang tidak didapat ketika memelihara hewan lain adalah saat proses memberi makan. Yang menjadikan hal ini unik tak lain karena ular tidak mengunyah makanannya tetapi menelan mereka bulat-bulat, dengan didukung kemampuan khusus, yaitu mereka dapat membuka rahang dengan sangat lebar. mereka dapat menelan mangsa yang besarnya 4-5 kali lebih besar dari kepala mereka. Hal inilah mungkin yang dapat memberikan sensasi tersendiri bagi sang pemelihara.
Bagi para hobiis, ada beberapa pertimbangan dan jenis ular yang menjadi favorit untuk dijadikan peliharaan seperti corak, ukuran dan kelas dan tentunya budget. yang menjadi favorit diantaranya adalah dari keluarga python seperti blood python/dipong, ball python, python molurus, python reticulatus dan morelia. sedangkan dari keluarga colubridae seperti ratsnake, kingsnake, milksnake dan cornsnake. Lalu setelah mempertimbangkan hal dasar dan jenis ular yang akan dipelihara,para hobiis biasanya melihat sisi rarity atau keunikan yang dimiliki ular seperti albino, leucistic, calico dll.
Sekilas saya akan memperlihatkan contoh-contoh ular yang pada saat sekarang ini sedang banyak di gandrungi oleh para pecinta reptil di tanah air.dan tentunya aman bagi pemula :)
A.Keluarga Python
1.Blood python/Dipong
Jenis ular ini termasuk ular piton asli semenanjung malaya, termasuk daerah Sumatera. Sanca dipong memiliki ukuran panjang maksimal hanya dua meter, tidak seperti ular sanca lain yang memiliki panjang maksimal bisa sampai tujuh meter, seperti sanca batik atau phyton reticulatus. Namun besar tubuh atau diameternya serta keindahan corak kulitnya tidak kalah dengan ular sanca yang lain. Dengan kata lain, sanca dipong itu ular yang ‘bantet’. Di kalangan pecinta ular khususnya pecinta sanca dipong, ular ini adalah ular yang lucu, dengan keadaan tubuhnya yang tidak proporsional. Dengan tubuh pendek namun gempal, ular ini seperti guling, tetapi memiliki kepala dan buntut.ular ini tidak berbisa
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2.Ball python
Ball python tidak termasuk jenis ular yang berbisa. Merupakan ular yang cocok untuk hobies pemula, karena sifatnya yang tidak galak dan cara pertahanan dirinya yang bukannya menggigit melainkan menggulungkan dirinya membentuk seperti bola. Ball Python termasuk jenis ular yang lembut/kalem dan selalu ingin tahu. Di penangkaran, Ball Python menginjak masa dewasa di usia tiga sampai lima tahun. Ball pyhton tertua yg sempat ditemui berusia 48 tahun. Semua Ball Python biasanya pemalu, gak suka dipegang kepalanya..kecuali udah “bau tangan” manusia alias piaraan lama.ball phyton merupakan ular yang sangat recomended untuk pemula yang baru mulai belajar memelihara ular
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3.Morelia viridis aka condro
Morelia viridis , Green Tree Python adalah ular cantik yang ditemukan di New Guinea, Indonesia dan bagian Australia bersama dengan Emerald tree Boa, memiliki cara unik untuk tidur. Mereka loop satu atau dua gulungan sepanjang cabang, gaya pelana dan tempat kepala mereka pada bagian tengah. Oh iya, jenis ular ini di Indonesia disebutnya ular tapi kalau di Amerika disebutnya boa. Mereka sering terlibat karena hanya mereka berdua yang tidur dengan cara ini. Unik yaa tidurnya, dan keliatan anggun menurut saya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
B.Keluarga Colubridae
1.King Snake
King Snake adalah jenis yang paling galak dari kelompoknya, tetapi mudah dijinakkan. Gelar King Snake melekat karena ular ini bersifat kanibal, memakan ular-ular lainnya
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
2.Milk Snake
Warna Milk snakes ada tiga tipe patern: Tiga warna yang dimiliki adalah cincin yang melingkar adalah putih atau kuning, cincin kedua Hitam dan warna tubuh merah atau kuning yang mana semua melingkar di tubuhnya. Selain tipe patern warna diatas ada juga warna coklat muda, abu abu atau kirim, dengan warna merah gelap
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
3.Corn Snake
Corn Snake (Elaphe guttata) adalah reptil yang juga paling direkomendasikan dipelihara.
Warna dasar corn snake normal biasanya oranye dengan deretan sadel merah kecoklatan di punggung, sedangkan bagian perut (bawah) kotak hitam putih seperti papan catur. Sekarang Corn Snake nisa kita dapatkan dalam berbagai pola dan warna, tentunya ini bisa terjadi karena ketekunan dan kerja keras para breeder di Amerika yang mengawinsilangkan berbagai jenis Corn Snake yang ada. Karena warnanya yang cerah ceria juga karakternya yang jinak, Corn Snake menjelma menjadi “Pet Snake” atau ular kesayangan anak-anak hingga dewasa. Jinak? Ya karena sebagaian besar Corn Snake sekarang adalah hasil penangkaran yang begitu menetas pun sudah bersentuhan dengan tangan manusia.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Itulah beberapa jenis ular yang cocok dipelihara bagi pemula,tentunya ada lebih banyak lagi di luar sana,akan tetapi anda harus tetap mempertimbangkan komitmen dalam memelihara ular kesayangan mulai dari kandang,makan,lingkungan sekitar dll (cek post sebelumnya)
Tidak menutup kemungkinan setelah membaca ini pun anda masih akan berfikir dua kali untuk memelihara atau bahkan sekedar memegang ular yang tentunya tidak berbahaya. Namun setidaknya semoga dapat memberikan pandangan dan dapat dijadikan bahan untuk membangun pemahaman baru yang lebih positif tentang ular.salam :)



















