Tampilkan postingan dengan label Info Reptile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Reptile. Tampilkan semua postingan
Jumat, 18 Juli 2014
Mengenal Lebih Jauh Corn Snake
Nama ular satu ini adalah Corn snake (Ular Jagung) atau lebih sering dikenal Ular Tikus Merah. Ular satu ini mempunyai badan yang kuat dan non-berbisa. Corn snake merupakan bagian dari keluarga Colubrid, Colubrid mempunyai lebih dari 2000 spesies di seluruh dunia, OMG!!
Mungkin sebagian dari kita masih takut dengan ular padahal dengan kita belajar tentang ular maka ketakutan yang kita miliki akan berkurang.
Ular jagung bisa ditemukan di seluruh tenggara dan tengah Amerika Serikat. Sifat jinak mereka, keengganan untuk menggigit, ukuran dewasa moderat 3,9-6,0 meter (1,2-1,8 m), pola yang menarik, dan perawatan relatif sederhana membuat mereka menjadi ular peliharaan populer. Di alam liar, mereka biasanya tinggal di sekitar 6-8 tahun, tetapi dalam penangkaran dapat hidup sampai sampai 23 tahun.
Ular Jagung merupakan reptil yang sangat mudah dipelihara, memiliki warna dan pola lurik yang sangat menarik. Ular ini boleh dibilang sangat "eye catching". Kenapa Ular Jagung direkomendasikan untuk dipelihara ? karena jenis ular ini sangat memiliki tabiat yang tenang dan kalem saat diberi makan. Ular Jagung tidak beracun dan memiliki panjang rata2x 1,2-1,8 meter, makanan yang digemari adalah tikus sawah.
Gambar Untuk Corn Snake

.jpg)




selamat mencoba untuk memelihara Corn Snake...!!!
Mungkin sebagian dari kita masih takut dengan ular padahal dengan kita belajar tentang ular maka ketakutan yang kita miliki akan berkurang.
Ular jagung bisa ditemukan di seluruh tenggara dan tengah Amerika Serikat. Sifat jinak mereka, keengganan untuk menggigit, ukuran dewasa moderat 3,9-6,0 meter (1,2-1,8 m), pola yang menarik, dan perawatan relatif sederhana membuat mereka menjadi ular peliharaan populer. Di alam liar, mereka biasanya tinggal di sekitar 6-8 tahun, tetapi dalam penangkaran dapat hidup sampai sampai 23 tahun.
Ular Jagung merupakan reptil yang sangat mudah dipelihara, memiliki warna dan pola lurik yang sangat menarik. Ular ini boleh dibilang sangat "eye catching". Kenapa Ular Jagung direkomendasikan untuk dipelihara ? karena jenis ular ini sangat memiliki tabiat yang tenang dan kalem saat diberi makan. Ular Jagung tidak beracun dan memiliki panjang rata2x 1,2-1,8 meter, makanan yang digemari adalah tikus sawah.
Gambar Untuk Corn Snake

.jpg)




selamat mencoba untuk memelihara Corn Snake...!!!
Mengenal Ular Monopohon (Candoia carinata)

Candoia carinata carinata, atau kita mengenal di Indonesia sebagai mono pohon adalah termasuk family Boa. Ular ini panjangnya mencapai 60cm namun dengan diameter yang kecil. Tidak termasuk dari jenis ular yang mengandung bisa. Tipikal dia merupakan ular yang jinak tidak menggigit, senang bergelung di tangan karena memang hidup di dahan pepohonan. Memiliki banyak variasi warna dan motif, yang pada umumnya dari coklat sampai hitam. Mono pohon merupakan ular yang aktif pada malam hari (nocturnal). Mereka biasa memakan kadal-kadal kecil, cicak maupun pingkies (anak tikus yang masih merah).

Berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya yang dapat mencapai sepuluh ekor. Ular ini merupakan ular yang cocok kita pilih sebagai awal memelihara ular karena eksotik dan sifat jinaknya. Cukup sediakan ranting dan minum di dalam kandangnya. Kalau bisa setiap hari dijemur sebentar agar metabolismenya lebih baik. Mari kita memperkenalkan reptil ke sekitar kita !
Sinaloan Milk Snake Yang Tetap Cantik Sejak 40 Tahun Lalu
Sinaloan milk snake yang dibiakkan sangat banyak morphnya, dan ini menunjukkan kalau ular ini tidak hanya cantik di alam, tapi juga sangat bervariasi di penangkaran. Beberapa morphnya adalah splotched, splotched albino, albino, hypoerythristic, hybino, aberrant, albino aberrant, patternless and patternless albino.
Sinaloan milk snake dikenal sebagai ular yang (kadang kadang) ophiophagous atau memakan ular lainnya, bahasa kerennya: snake eaters. Berhati hatilah saat memelihara lebih dari satu ular sinaloan di dalam satu kandang. Pilih ular yang ukuran tubuhnya hampir sama tapi tetap awasi mereka. Intinya, tidak dianjurkan untuk memelihara sinaloan lebih dari satu dalam satu kandang. Dan jika terpaksa harus memelihara lebih dari satu ekor sinaloan dalam satu kandang, jangan pernah terlambat untuk memberi . Sinaloan makan hewan pengerat, dari pinkies hingga rat dewasa, tergantung ukuran ular itu sendiri. Sinaloan juga akan memakan mangsa yang masih segar atau yang sudah dibekukan (selalu cairkan dulu mangsa yang beku hingga suhu ruang).
Untuk kandangnya, sinaloan milk snake dewasa membutuhkan terrarium ukuran 20 gallon dengan tutup yang aman. Untuk beddingnya bisa diberikan aspen, pine, karpet, koran bekas dan hamper semua bahan yang biasa dipakai untuk bedding ular. Sediakansatu titik yang panas dengan memansang heat pad di salah satu sisi terrarium dengan suhu kira kira 85 derajat Fahrenheit. Suhu di sisi lain kandang harus sekitar 70 derajat Fahrenheit. Tidak diperlukan lighting tambahan. Lengkapi terrarium dengan setidaknya 2 tempat bersembunyi yang cukup besar untuk ular, masing masing di satu sisi terrarium dan semangkuk air bersih untuk minum ular di bagian terrarium yang dinigin (bukan di dekat heat pad). Jika perlu dan mau, hiasi dengan tanaman buatan, kayu kering dan lain lain.
Budidaya Ular Cornsnake itu Mudah
Jenis Ular Colubrid Yang Cantik dan Cocok Untuk Di Pelihara
Ada tiga jenis ular colubrid yang banyak dipelihara hobiis di indonesia, yaitu milk snake, corn snake, dan king snake.

www.google.com
Milk Snake
Milk snake merupakan salah satu ular mini yang digemari hobiis di indonesia. Salah satu alasanya adalah ukurannya yang mini, sehingga memudahkan dalam penempatan karena tidak memerlukan kandang yang terlalu besar. Selain itu, ular ini memiliki corak warna yang cerah dan menawan. Motif warna ular ini selang-seling mirip gelang. Umumnya terdapat tiga macam warna pada tubuhnya. Misalnya, putih susu, hitam dan warna kemerahan selang-seling membentuk cicncin gelang sepanjang tubuhnya.
Ular mini ini bisa hidup hingga 20 thaun. Namun, umumnya hanya mencapai 15 tahun. Ular milk snake senang sembunyi sehingga harus disediakan tempat persembunyian di dalam kandangnya. Ular ini termasuk ular kanibal. Karena itu, sebaiknya siletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saatbreeding.
Corn Snake ( Red Rat Snake )
Disarankan untuk pemeluhara pemula penggemar reptile ular. Berbagai alasan mendukungnya. Ukuranya tidak terlalu besar sehingga perawatanya relatif lebih muda. Selain itu, ular ini juga tergolong jinak dan warnanya menarik. Ragam warna ular ini antara lain kuning, orange, hingga cokelat. Beberapa jenis corn snake adalah normalcorn snake, albino corn snake, white corn snake dan ghost corn snake.
\
King Snake
Termasuk jenis ular tidak berbisa. Habitat alaminya dari gurun, padang rumput, rawa, pepohonan, hutan, hingga daerah berbatu-batu. Nama king snake diperkirakan berhubungan dengan jenis pakan di habitat alaminya. Ya, ular ini gemar memakan jenis ular lain. Karena itu, sebaiknya diletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saat breeding. Namun, saat dipelihara ular ini bisa diberi pakanyang sama dengan jenis ular lain. Beberapa jenis king snake, yakni common king snake, mexican king snake, chinese kingsnake, leopard king snake, dan reverse high white king snake.

Sumber: Redaksi AgroMedia, Buku Memilih dan Merawat Kura-kura, Ular, dan Gecko, Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2010

www.google.com
Milk Snake
Milk snake merupakan salah satu ular mini yang digemari hobiis di indonesia. Salah satu alasanya adalah ukurannya yang mini, sehingga memudahkan dalam penempatan karena tidak memerlukan kandang yang terlalu besar. Selain itu, ular ini memiliki corak warna yang cerah dan menawan. Motif warna ular ini selang-seling mirip gelang. Umumnya terdapat tiga macam warna pada tubuhnya. Misalnya, putih susu, hitam dan warna kemerahan selang-seling membentuk cicncin gelang sepanjang tubuhnya.
Ular mini ini bisa hidup hingga 20 thaun. Namun, umumnya hanya mencapai 15 tahun. Ular milk snake senang sembunyi sehingga harus disediakan tempat persembunyian di dalam kandangnya. Ular ini termasuk ular kanibal. Karena itu, sebaiknya siletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saatbreeding.
Corn Snake ( Red Rat Snake )
Disarankan untuk pemeluhara pemula penggemar reptile ular. Berbagai alasan mendukungnya. Ukuranya tidak terlalu besar sehingga perawatanya relatif lebih muda. Selain itu, ular ini juga tergolong jinak dan warnanya menarik. Ragam warna ular ini antara lain kuning, orange, hingga cokelat. Beberapa jenis corn snake adalah normalcorn snake, albino corn snake, white corn snake dan ghost corn snake.\
King Snake
Termasuk jenis ular tidak berbisa. Habitat alaminya dari gurun, padang rumput, rawa, pepohonan, hutan, hingga daerah berbatu-batu. Nama king snake diperkirakan berhubungan dengan jenis pakan di habitat alaminya. Ya, ular ini gemar memakan jenis ular lain. Karena itu, sebaiknya diletakkan dalam kandang tunggal, kecuali saat breeding. Namun, saat dipelihara ular ini bisa diberi pakanyang sama dengan jenis ular lain. Beberapa jenis king snake, yakni common king snake, mexican king snake, chinese kingsnake, leopard king snake, dan reverse high white king snake. 
Sumber: Redaksi AgroMedia, Buku Memilih dan Merawat Kura-kura, Ular, dan Gecko, Jakarta: AgroMedia Pustaka, 2010
Inclusion Body Disease (IBD)
Inclusion Body Disease (IBD)
Ular bisa saja tidak menampakkan gejala-gejala apapun tetapi tetap saja menjadi pembawa dari penyakit ini – Boa, sebagai contoh, sering menjadi sarang dari penyakit ini tanpa menampakkan gejala-gejala terkena penyakit. Maka bila seekor ular yang dikandangkan dengan ular lain yang telah terinfeksi tidak menunjukkan adanya gejala-gejala apapun, bukan berarti ular tersebut kebal terhadap penyakit ini – ia tetap dapat menjadi sumber infeksi pada ular-ular lainnya yang masih sehat.
Apakah IBD itu?
IBD merupakan suatu hal yang telah lama ada dalam pemeliharaan boa dan python di captivity, akan tetapi keberadaannya sendiri baru disadari oleh publik baru-baru ini. IBD dipercaya sebagai penyakit yang disebabkan oleh retrovirus dan sepertinya hanya menyerang anggota dari keluarga “boid”, seperti python dan boa. Penyakit ini mempengaruhi dua grup ular tersebut dengan berbagai cara yang berbeda akan tetapi kondisi yang diakibatkan akan selalu fatal ketika ular mulai menampakkan gejala-gejala yang diakibatkan oleh penyakit ini.
Penyakit ini diyakini disebabkan oleh “inclusion bodies” (sejenis retrovirus) yang diidentifikasi terdapat dalam sel epithelial dari ginjal dan pancreas ular yang terjangkit. IBD juga dikaitkan dengan degenerasi neuronal dan luka pada saraf tulang belakang dan otak, yang nantinya akan menyebabkan denegerasi myelin dan kerusakan pada saraf. Dalam beberapa kasus, ular yang terjangkit oleh IBD juga ditemukan terinfeksi oleh kutu ular, Ophionyssus natricis, akan tetapi karena keberadaan dari parasit ini tidak selalu hadir pada semua kasus IBD yang terjadi, maka hubungan sebab akibat yang pasti antara parasit ini dan IBD tidak dapat dibuat.
Host
Penyakit IBD sendiri telah diidentifikasi pada ular-ular dari keluarga boid di bawah ini, antara lain berbagai subspecies boa constrictor (Boa constrictor), green anaconda (Eunectes murinus), Haitian boa (Epicrates striatus), Burmese python (Python molurus bivittatus), Indian python (P. m. molurus), reticulated python (P. reticulatus), ball python (P. regius), carpet python (Morelia spilota) dan diamond python (M. s. spilota). Sebagai tambahan, penyakit yang mirip dengan IBD didiagnosa pada seekor eastern king snake (Lampropeltis getulus) yang dikandangkan dengan boa constrictor dan pada palm vipers (Bothriechis marchi).
IBD biasanya ditemukan pada ular-ular juvenile hingga ular dewasa, akan tetapi tidak menutup kemungkinan ular yang baru lahir (neonate) dapat terinfeksi juga.
Distribusi
Menyebar di seluruh dunia pada ular-ular dari keluarga boid yang ada dalam pemeliharaan. Kebanyakan kasus IBD terjadi di U.S namun kasus-kasus IBD baru-baru ini ditemukan pada captive pythons di Australia, Canary Island, dan Italia. Transportasi ular dalam perdagangan hewan dan transportasi ular dari institusi-institusi kebun binatang yang berbeda dipercaya menjadi sebab tersebarnya penyakit ini di seluruh dunia.
Sampai saat ini tidak diketahui apakah inclusion body disease juga muncul pada boa dan python di alam liar, atau secara exclusive hanya terjadi pada ular di pemeliharaan (hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut).
Gejala
Python dan boa memperlihatkan gejala yang sedikit berbeda, dimana penyakit berkembang lebih lambat pada boa.
Tanda-tanda infeksi IBD di Boa antara lain kekacauan pada sistem saraf pusat seperti lumpuh, tidak dapat mengembalikan posisi badannya ke arah semula ketika posisi badannya terbalik, “star-gazing” (posisi kepala ular tegak ke arah atas menatap langit), ketidak mampuan untuk menyerang atau membelit mangsanya – atau bahkan hanya pada kelumpuhan saja. Gejala-gejala lain yang terjadi di Boa adalah penurunan berat badan secara ekstrim, menderita muntah kronis, serta infeksi pernafasan. Dysecdysis yang disebabkan oleh ketidak mampuan ular untuk mengontrol gerakan tubuhnya dalam melepas kulit lama-nya.
IBD berkembang secara lebih agresif pada ular python, selain gejala-gejala yang telah dijelaskan untuk boa di atas (terkecuali muntah kronis), python juga mengalami “mouth rot” (infectious stomatitis), disorientasi dan hilangnya kordinasi otot serta respon refleks yang terlalu tinggi atau terlalu besar.
Baik pada Python ataupun Boa, penyakit ini berkembang sangat cepat dan berakibat fatal pada ular-ular juvenile. Dimana kematian dengan cepat terjadi setelah dimulainya kelumpuhan ringan pada ular.
Daya tahan Virus di luar inangnya
Berdasarkan apa yang telah diketahui tentang virus pada saat ini, maka disinfektan berbasis alkohol (e.g. Sagrotan, Desderman, Microzid) akan melenyapkan virus. Sebagai retrovirus, IBD tidak akan bertahan di luar tubuh inangnya untuk jangka waktu yang lama.
Pencegahan
Sampai sekarang tidak ada pengobatan untuk penyakit ini, dan dikarenakan penyakit ini selalu berakibat fatal dan sangat menular, maka euthanasia pada ular yang positif terjangkit oleh IBD merupakan tindakan yang dianjurkan. Sekalipun ular dapat dijaga agar tetap hidup melalui tindakan-tindakan seperti force feeding dan hydration, kerusakan yang terjadi pada saraf, otak, saraf tulang belakang dan organ-organ dalam sangatlah besar – sehingga biarpun ular tetap hidup tetapi kualitas hidup ular itu sendiri akan semakin menurun yang juga disertai dengan meningkatnya rasa sakit pada ular.
Dikarenakan belum adanya pengobatan untuk penyakit ini dan penyebarannya yang seperti virus, maka tindakan yang dapat dilakukan untuk menimalisir resiko masuknya IBD ke ular peliharaan kita adalah dengan melakukan aksi-aksi pencegahan, antara lain:
- Hanya menempatkan satu ular dalam satu kandang.
- Penggunaan satu macam barang untuk tiap satu kandang (tempat minuman, hook, dan lain-lain).
- Hindari pemberian makanan yang telah ditolak oleh satu ular kepada ular lainnya.
- Pembasmian kutu.
- Melakukan tindakan euthanasia pada ular yang telah positif terjangkit oleh IBD.
- Melakukan disinfeksi kandang dan peralatan secara berkala.
- Mencuci tangan setelah dan di antara penghandlean satu ular sebelum menghandle ular lainnya.
- Kandang yang terbuat dari kayu polos (tidak dilapis melamine dan semacamnya) harus disingkirkan, apabila ular yang telah terkonfirmasi terjangkit IBD tinggal di dalamnya.
Karantina secara ketat untuk setiap ular jenis Python dan Boa yang baru kita dapat, paling tidak untuk jangka waktu 3-6 bulan dan jika anda telah memiliki pet Python maupun Boa, selalu berhati-hati dan waspada setiap mengunjungi toko hewan peliharaan, pameran reptil, ataupun melihat-lihat koleksi reptil orang lain.
Senin, 26 Mei 2014
Index Reptile Peliharaan
1. Kadal
1.a Iguana
Mengenal 7 Jenis Iguana
tips merawat Iguana
Cara Membuat Kandang Iguana
10 Jenis Penyakit Umum pada Iguana
3 Jenis Makanan untuk Iguana
1.b Gecko
Jenis-jenis Morph Pada Leopard Gecko
TIPS MEMILIH DAN MERAWAT GECKO
MAKANAN GECKO
KANDANG GECKO
Penyakit yang Menyerang Gecko
1.c Savanah Monitor
Savannah Monitor
menu untuk savannah monitor di alam liar
1.d Varanus/Biawak
Varanus yang ada di INDONESIA
Tips Meimilih Varanus
jenis biawak dalam pemeliharaan
LIST PAKAN VARANUS
Beberapa obat untuk reptil..
Cara handling biawak part I
Cara handling biawak part II
SUBSTRAT UNTUK VARANUS
1.e SOA Payung
Soa Payung
kandang dan subtract
Makanan
2. Kura-Kura
2.a Kura secara umum
Jenis dan Macam - Macam Kura - Kura
Tips pemilihan dan pemeliharaan kura-kura
Ciri-Ciri Fisik Kura-Kura dan Menentukan Jenis Kelamin
Penyakit pada Kura-kura dan Pengendaliannya.
Tips Tentang Makanan Kura-Kura
Kandang Kura kura
2.b Kura-Kura Brazil / RES
Kura-Kura Brazil / Red Ear Slider
Pemeliharaan dan perawatan
Pemberian pakan
Tips saat akan membeli RES sebagai tambahan pertimbangan
Merawat kura baru
Penyakit, pencegahan dan pengobatannya
2.c Kura-Kura Sulcata
3. Ular
3.a Ular Secara Umum
Lima Jenis Ular Terbanyak Dipelihara
Perawatan Ular Peliharaan
(Pengenalan dan Pertolongan Pertama)Tidak Semua Ular Berbisa
Tips Memegang dan Memberi Pakan Ular
penyakit ular
Cara Membersihkan Kandang Ular
Tips Memilih Ular Peliharaan
Inclusion Body Disease (IBD)
obat-obatan pada ular
3.b Reticulated Python
Cara Merawat Ular Python
Ular Sanca Kembang
3.c BOA Constrictor
Info Umum
Kandang dan Perawatan
makanan
4.d Colubrids
Colubrid
4.d.I Corn Snake
Corn Snake
Jenis-Jenis Corn snake
BUDIDAYA CORNSNAKE
4.d.II Milk Snake
Sinaloan milk snake
4.d.III King Snake
Perawatan Kingsnake yang Benar
4.d.IIV Monopohon
Mengenal Ular Monopohon (Candoia carinata)
Habitat Mono Pohon & Mono Tanah (candoia carinata & candoia aspera)
4. Buaya
7 Jenis Buaya di Indonesia
Pengin Piara Buaya? Gampang Kok!!
PROSES KELAHIRAN BUAYA
10 Fakta Buaya
BETERNAK BUAYA
1.a Iguana
Mengenal 7 Jenis Iguana
tips merawat Iguana
Cara Membuat Kandang Iguana
10 Jenis Penyakit Umum pada Iguana
3 Jenis Makanan untuk Iguana
1.b Gecko
Jenis-jenis Morph Pada Leopard Gecko
TIPS MEMILIH DAN MERAWAT GECKO
MAKANAN GECKO
KANDANG GECKO
Penyakit yang Menyerang Gecko
1.c Savanah Monitor
Savannah Monitor
menu untuk savannah monitor di alam liar
1.d Varanus/Biawak
Varanus yang ada di INDONESIA
Tips Meimilih Varanus
jenis biawak dalam pemeliharaan
LIST PAKAN VARANUS
Beberapa obat untuk reptil..
Cara handling biawak part I
Cara handling biawak part II
SUBSTRAT UNTUK VARANUS
1.e SOA Payung
Soa Payung
kandang dan subtract
Makanan
2. Kura-Kura
2.a Kura secara umum
Jenis dan Macam - Macam Kura - Kura
Tips pemilihan dan pemeliharaan kura-kura
Ciri-Ciri Fisik Kura-Kura dan Menentukan Jenis Kelamin
Penyakit pada Kura-kura dan Pengendaliannya.
Tips Tentang Makanan Kura-Kura
Kandang Kura kura
2.b Kura-Kura Brazil / RES
Kura-Kura Brazil / Red Ear Slider
Pemeliharaan dan perawatan
Pemberian pakan
Tips saat akan membeli RES sebagai tambahan pertimbangan
Merawat kura baru
Penyakit, pencegahan dan pengobatannya
2.c Kura-Kura Sulcata
3. Ular
3.a Ular Secara Umum
Lima Jenis Ular Terbanyak Dipelihara
Perawatan Ular Peliharaan
(Pengenalan dan Pertolongan Pertama)Tidak Semua Ular Berbisa
Tips Memegang dan Memberi Pakan Ular
penyakit ular
Cara Membersihkan Kandang Ular
Tips Memilih Ular Peliharaan
Inclusion Body Disease (IBD)
obat-obatan pada ular
3.b Reticulated Python
Cara Merawat Ular Python
Ular Sanca Kembang
3.c BOA Constrictor
Info Umum
Kandang dan Perawatan
makanan
4.d Colubrids
Colubrid
4.d.I Corn Snake
Corn Snake
Jenis-Jenis Corn snake
BUDIDAYA CORNSNAKE
4.d.II Milk Snake
Sinaloan milk snake
4.d.III King Snake
Perawatan Kingsnake yang Benar
4.d.IIV Monopohon
Mengenal Ular Monopohon (Candoia carinata)
Habitat Mono Pohon & Mono Tanah (candoia carinata & candoia aspera)
4. Buaya
7 Jenis Buaya di Indonesia
Pengin Piara Buaya? Gampang Kok!!
PROSES KELAHIRAN BUAYA
10 Fakta Buaya
BETERNAK BUAYA
Sabtu, 09 November 2013
Makanan untuk ular
- Forum Jual dan Beli HAMSTER-INDOnesia
- Jual Tikus Putih Untuk Penelitian, Pakan Reptil , DLL
- Jual Tikus Putih / Mencit Jambi - Padang - Pekan Baru
- Jual Tikus Putih Pakan Reptil Murah
Layaknya makhluk hidup lain,ular juga membutuhkan makanan untuk menunjang kehidupannya,di alam liar ular banyak memakan hewan hewan yang ada di sekitarnya,Ular menelan seluruh seluruh makanan mereka dan menghabiskan beberapa hari mencerna apa pun jenis binatang yang mereka makan, sehingga kebiasaan makan mereka jauh berbeda dari jenis lainnya hewan peliharaan. Hampir semua jenis ular makan hanya satu kali seminggu tapi beberapa mungkin makan bahkan kurang sering, seperti hanya satu kali sebulan, terutama jika mereka mengkonsumsi hewan yang lebih besar yang memakan waktu lebih lama untuk dicerna.
Sesuaikan makanan dengan jenis ular
Pada umumnya, ular berukuran kecil/sedang makan tikus. Jenis ini bisa makan tikus putih yang kecil (sesuai ukuran), cicak, kadal, bahkan ular(khusus untuk ular yang kanibal). Sementara untuk python yang baru menetas, sudah bisa makan mencit dewasa sebagai makanan pertama mereka.
Sementara ular dengan ukuran dewasa memerlukan kelinci, marmot, atau ayam sebagai makanannya. Sangat tidak dianjurkan memberikan ular anda makanan dari binatang luar karena mungkin masih mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan ular.
Sesuaikan frekuensi pakan dengan umur ular
Frekuensi pemberian pakan harus dikurangi seiring dengan pertumbuhan ular. Untuk neonate, berikan pakan 1-2 kali/minggu, juvenile setiap 7 – 9 hari, dan adult (dewasa) tergantung pada sistem metabolisme pada spesies tersebut. Contohnya, Phyton albertisi (Liasis albertisi) harus lebih sering diberi makan dibandingkan Ballphyton karena lebih aktif sehingga metabolismenya lebih cepat. Kadang-kadang, beberapa jenis ular tidak makan selama berbulan-bulan dan tidak sakit. Namun, makanan harus tetap ditawarkan karena nanti ular tersebut juga akan lapar dan memakan pakan yang diberikan.
Hindari penyebab ular malas makan
Ada banyak sebab kenapa ular malas makan. Sebisa mungkin, hal itu dihindari. Berikut ini penyebab ular Anda malas makan.
Masih menyesuaikan dengan lingkungan barunya.
Temperatur udara dan air terlalu panas atau terlalu dingin.
Ukuran kandang tidak sesuai, terlalu besar atau terlalu kecil.
Sistem penghangat /penjemuran yang tidak sesuai.
Pencahayaan pada siang hari terlalu rendah.
Tidak ada atau kurang tempat bersembunyi (hiding-box).
Waktu makan yang salah (beberapa jenis ular lebih suka makan di siang/malam hari).
Ular sedang sakit, misalnya terlalu banyak parasit atau sariawan.
Ular sedang tidak lapar.
Masih terlalu kecil atau baru menetas. Biasanya ular baru diberi makan setelah shedding I, kira-kira 2 minggu, tergantung spesies.
Sedang hamil atau sedang akan ganti kulit.
Sembelit atau dehidrasi akut.
Agar ular mau makan lagi, atasi penyebabnya terlebih dahulu. Sebagai contoh, bila suhu kandang terlalu dingin, bisa dinaikkan dengan memasang pemanas. Namun demikian, setiap jenis ular membutuhkan temperatur optimal (POTZ) yang berbeda-beda.
terakhir berikan lah ular peliharaan kita makanan yang dibeli dari pejual khusus pakan ular (contoh peternak tikus putih) karena makanan yg kita beli dari breeder/peternak terjamin kebersihannya dibandingkan makanan yang kita dapatkan dari alam liar



