Senin, 11 Agustus 2014

Menghadapi Teman Yang 'Bukan Teman'

Persahabatan biasanya dimulai dengan ketidak sengajaan, entah tidak sengaja mempunyai hobi yang sama, musik favorit yang sama hingga idola yang sama. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua persahabatan yang kita jalin bisa benar-benar berlangsung lama. Ada pula kasus-kasus dimana orang yang kita anggap sahabat ternyata menusuk kita dari belakang atau membocorkan rahasia kita. Aw! Pasti menyakitkan.

Namun, terkadang kita bingung ya, Ladies cara untuk mengakhiri. Terlebih, wanita adalah makhluk yang mudah untuk tidak tega pada sahabatnya sendiri. Kali ini Vemale akan berbagi saran untuk Anda yang sedang mengalami 'keracunan' sahabat.

Mulai menjaga jarak

Biasanya, ini adalah cara yang paling banyak dilakukan ketika kita sudah merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh sahabat kita. Wanita biasa melakukan 'jaga jarak' karena menurut mereka langsung pergi dari masalah adalah cara paling kasar. Ini memang bukan hal yang mudah karena pasti Anda juga akan merasa ada yang hilang.

Namun, cara ini bisa Anda lakukan untuk sedikit menegur sahabat Ada bahwa yang mereka lakukan tidak benar. Anda tidak harus langsung pergi namun mengurangi porsi 'kebersamaan' Anda dengan sahabat yang menurut Anda bermasalah ini.

Beri dia penjelasan

Kalau dia tidakmenangkap sinyal-sinyal Anda merasa risih dan tidak 'sreg' dengan sikap mereka, Anda bisa meluangkan waktu khusus untuk kalian berdua membicarakannya. Anda bisa mengajak sahabat Anda ke tempat tertentu yang tentunya kondusif untuk melakukan perbincangan atau bahkan perdebatan.

Anda bisa menjelaskan mengapa Anda bersikap sedikit menjaga jarak. Dari pada langsung menghakiminya, Anda bisa memulai pembicaraan dengan bertanya mengapa sahabat Anda melakukan hal tersebut. Apa alasan dia melakukan hal tersebut. Ditambah lagi, jangan menggunakan kata-kata yang mengandung tuduhan atau memojokkan dia, seperti 'Kamu mengapa begini...' atau 'kamu selalu begitu...'. In hanya akan memancing amarah sahabat Ada dan berakibat dengan perdebatan yang tidak menyelesaikan masalah.

Kasar namun tegas

Anda mungkin akan merasa Anda sangat kasar karena telah menjaga jarak dari sahabat Anda. Namun, percayalah, dengan melakukan begitu sahabat Anda akan merasa penasaran mengapa Anda melakukannya dan mulai membangun komunikasi dengan Anda. Mungkin, dia akan menginstropeksi diri dahulu sebelum memberanikan diri untuk berkomunikasi. Ini bisa Anda lakukan dengan tegas.

Jika memang Anda merasa sahabat Anda sedang hilang arah namun tetap memaksakan kehendaknya, mungkin Anda membutuhkan istirahat sejenak berdua untuk berpikir masing-masing. Namun, jika Anda merasa dia benar-benar hanya akan 'merusak' hidup Anda, well, Anda sudah melakukan hal yang benar.

Menjauh darinya, sejauh-jauhnya

Nah, tahap ini memang tahap yang paling menyakitkan. Sahabat Anda mungkin terlalu meracuni Anda dengan semua sikap tidak baiknya. Jika pada akhirnya Anda berpikir bahwa dia memang tidak membawa dampak yang positif walaupun Anda sudah berusaha, ini waktunya Anda menjauh darinya, sejauh-jauhnya.

Anda mungkin perlu melakukan hal-hal ekstrim seperti menghapusnya dari friendlist Facebook, nomor hape hingga menolak ajakannya untuk hang out bersama. Ini memang sangat ekstrim untuk dilakukan namun Anda juga perlu memikirkan diri Anda. Memilih sahabat juga diperluka, bukan?

memang tidak selamanya persahabatan yang dibangun berakhir dengan baik. Ada yang bisa bertahan lama ada juga yang hanya bertahan sebentar saja. Ini memang pekerjaan yang sulit namun mudah, jika Anda merasa sahabat Anda tidak memberikan dampak positif atau setidaknya ikut berkembang dengan Anda, segeralah berpikir ulang. Anda bisa berusaha namun jika hal ini terus terjadi, well, Anda harus mulai memikirkannya lagi.

(eoc)

0 komentar:

Posting Komentar